Selasa, 29 April 2014

Faly,anakku

“Ma,Faly halus bisa ya ma?”tanya anakku pada waktu itu dengan ucapannya yang masih cadel.Walaupun aku mengajarkannya memanggil “ibu” kepadaku,tapi Faly selalu memanggilku dengan sebutan mama,panggilan istimewanya untukku.

  “Iya nak,Faly harus bisa dan harus jadi anak pintar.”jawabku

Seperti biasa,aku lagi mengajari Ghiffary mengenal huruf abjad sore itu ketika adiknya sudah tertidur.Anakku itu memang sedikit lambat dalam memahami pelajaran yang kita berikan kepadanya.Masa itu umur Ghiffary baru 5 tahun,tapi aku yakin kalau diasah tiap hari dia pasti bisa .Dibalik kekurangan yang dia miliki, aku yakin dia punya kelebihan yang luar biasa.

Pernah suatu ketika diluar dugaanku,pada waktu acara perpisahan disekolah TKnya,Faly tampil dalam acara Fashion Show bersama teman-temannya.Dengan penuh rasa percaya diri dia melangkah dan melenggang tanpa ada malu-malu.Kala itu aku berpikir,anakku punya bakat seni.Kelak aku ingin memasukkan dia ke sanggar seni atau sejenisnya.Bahkan karena senangnya aku sempat mengabadikan kebolehan Faly waktu itu.Kenangan masa kecilmu,nak..batinku kala itu. Faly adalah anak yang tak pernah dendam walaupun dia disakiti.Aku pernah melihat Faly dipukul temannya,tapi dia tidak berusaha membalasnya.Pernah juga dia pulang habis main dirumah temannya sambil menangis tapi ketika kutanya dia tidak mau menjawab karena dia tak mau aku memarahi temannya itu.Sebenarnya kasihan dia juga,tapi itulah Faly.

Ketika masih bayi,Faly pernah mengalami penyakit berat.Ini istilah dokter Rumah Sakit waktu itu.Allah sedang mengujiku melalui kekuranganku.ASI yang menjadi hak Faly tidak keluar untuknya.Aku sudah usaha pakai pemompa ASI tetap tidak mau keluar.Kasihan bayiku,dia harus mengkosumsi susu formula yang menjadi biang keladi penyakitnya.Umur 26 hari bayiku harus masuk rumah sakit MMC Kuningan,Jakarta karena dehidrasi.Susu formula yang dikonsumsinya tidak bisa diterima pencernaannya.Bayiku muntah dan diare yang akhirnya menjadikan dia kekurangan cairan .Setelah dirawat beberapa hari bayiku diperbolehkan pulang.Karena pengobatan rumah sakit MMC tidak tuntas akhirnya bayi kami harus masuk RS.PERTAMINA,Kebayoran Baru Jakarta Selatan.Dokter Rumah Sakit marah-marah kepadaku, “Ibu kemana aja?Kenapa bayi sekecil ini harus sampai dirawat begini?tanya dokter kepadaku. Aku diam dalam rasa bersalah.Andai saja ASIku keluar dan lancar mengalir seperti ibu-ibu lainnya,mungkin tidak terjadi sepeti ini.Aku tahu,Allah sedang memarahiku.ASI yang merupakan anugerah seiring lahirnya anak tidak berlaku untukku.Saat itu aku hanya pasrah.Entahlah,mungkin ini cara Allah menghukumku atas dosa-dosaku.Yang pasti aku merasa dunia mencibirkan aku.

Masih terbayang diingatanku,bagaimana suster Rumah Sakit harus berlomba dengan waktu memasukkan cairan kedalam tubuh anakku.Ada 3 selang yang dimasukkan ketubuh bayiku itu.Kasihan bayiku,masih sekecil itu sudah ditusuk-tusuk dengan jarum.Berat badan Faly harus ditimbang 3x sehari.Setelah 2 hari baru naik 100gram.Begitu sampai hari ke 17,berat badan bayiku sudah normal.Tepat usia 2 bulan Faly dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.Sebelum pulang dokter yang merawatnya waktu itu dr.Endang SpA bilang begini “Adek Ghiffary sudah sehat dan boleh pulang.Kelak kalo besar jadi dokter ya supaya bisa mengobati orang sakit seperti dokter Endang.” “Aamiin,dok.Mudah-mudahan”harapku.

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah karena sudah diberi kesehatan kepada bayi kami,aku dan suami bergantian mengurusnya.Akhirnya aku keluar dari pekerjaan begitu juga suamiku.Tak terbayang pada waktu itu dari mana biaya hidup kami.Yang paling tragis adalah aku harus menumpang tinggal dirumah mertuaku dan bergabung dengan ipar-iparku.Berat memang,karena seumur-umur belum pernah aku tinggal sama orang lain selain orang tuaku.Tapi demi bayiku,aku rela untuk itu.Untungnya tak berlangsung lama.

Hari demi hari berlalu seiring dengan bertambahnya usia anakku.Karena kita berdua merawatnya intensif,secara fisik tidak ada bedanya dengan anak-anak lain.Tapi perkembangan motoriknya sedikit agak lambat.Dalam hati aku berdoa pada Allah,mohon selalui diberi kesehatan supaya aku bisa lebih fokus merawatnya.Tapi Allah punya rencana lain, waktu anakku berusia 2 tahun lebih,aku hamil anak kedua.Waktu itu Faly belum bisa bicara satu katapun.Pernah aku ragu dengan kemampuanku,apa aku sanggup mengurus 2 anak sendirian?Apalagi anak pertamaku masih belum bisa mandiri.Sembari berdoa, aku berpasrah diri pada Allah bahwa semua sudah ditetapkan olehNya,aku manusia biasa hanya menuruti ketetapanNya itu.

Dua bulan sebelum melahirkan anak kedua kami,suamiku pindah kerja ke daerah Subang,Jawa Barat.Dan keluarga kecil kamipun ikut pindah ke daerah tempat suami bekerja.Alhamdulillah aku cepat bisa beradaptasi didaerah yang sama sekali baru buatku.Didaerah inilah anak keduaku lahir.Aku mempunyai 2 anak laki-laki yang tampan,setidaknya itu menurutku. Keajaiban datang seiring lahirnya anak keduaku.Kakaknya mulai bisa bicara satu dua patah kata.Rasanya senang sekali,Alhamdulillah ternyata anakku tidak bisu,aku berkata dalam hati.Setelah melalui terapi diberbagai tempat yang aku dan suamiku jalankan.Pernah juga bolak-balik Subang-Tangerang dalam 1 hari karena suamiku punya waktu cuma hari Sabtu.Sampai akhirnya suamiku menyerah karena tidak ada waktu sementara aku harus mengurus adiknya.Tapi Allah Maha Tahu,akhirnya anakku bisa bicara lancar meskipun cadel ketika usianya 4 tahun lebih.Bahkan,waktu masuk sekolah TK A,kosa katanya masih sangat terbatas.Pernah seorang ibu dari teman anakku menyarankan untuk memasukkan anakku ke sekolah “SLB” saja.Aku sedih sekali,demi Allah tak akan pernah aku lakukan itu.Anakku normal,hanya saja ada sedikit keterlambatan dibanding anak yang lainnya.

Disekolah,Faly susah sekali untuk menulis.Gerakan motorik halusnya harus terus dilatih.Dia lebih senang menyanyi daripada disuruh menulis.Hal yang paling tidak disukainya waktu itu adalah memegang pensil.Ketika tiba pelajaran menulis atau mewarnai,Faly pasti mencari tempat duduk dekat gurunya agar dia terbebas dari pelajaran itu.Yang paling lucu adalah ketika ujian semester TK,semua anak kertasnya ada isi tulisan,tapi anakku menyerahkan kertas kosong kepada bu guru.Sampai akhirnya waktu terima raport Faly rangking terakhir dikelasnya.Dalam hati aku menghibur diri,Faly anak yang pintar tapi agaksedikit terlambat dibanding teman-temannya.Bukankah pintar tidak selalu harus juara kelas?Banyak sekali orang yang sukses tapi waktu sekolahnya tidak pernah juara.

Suatu siang aku lagi mencuci pakaian dikamar mandi,tiba-tiba anakku datang,ternyata Faly sudah pulang sekolah.

“Assalamu’alaikum,aku datang”katanya.

 “Wa’alaikumsalam,anak ibu sudah pulang ya?”tanyaku. Seperti biasa Faly pulang pergi sekolah diantar oleh ojek langgananku,karena kesibukanku mengurus rumah dan adiknya.Faly anak yang mandiri,bahkan kalau aku ikut mengantar dia akan menyuruhku pulang.

 “Mama pulang aja,Faly mau belajal” pintanya. Kalau sudah begitu aku langsung pulang,sambil menitip pesan kepada tukang ojek agar menjemput Faly jam pulang sekolah nanti. Ketika siang hari aku masak buat makan siang,Faly menjaga adiknya sambil main berdua.Kalau sudah begini isi kamar pasti berantakan.Jemuran yang baru kering tapi belum sempat kulipat akan menjadi barang dagangan Faly.Baju-baju dimasukkan kedalam keranjang pakaian lalu didorong kesana kemari.

“Ayo dek,dolong lagi yuk! seru Faly

“Ya kak”adiknya menyahut. Keranjang terus didorong dan akhirnya si adik ngompol diatas keranjang.

"Bu,adek ngompol” katanya

“Tuh kan,kakak sich mainnya pake bawa-bawa baju,pakaiannya kotor lagi deh.”omelku.Faly diam saja lalu dia mengajak adiknya nonton TV. Film kesukaan Faly adalah SpongeBob,Thomas&Friends dan masih banyak lagi.Tapi yang paling dia suka adalah Thomas&Friends.Mungkin dia senang irama lagunya.Kalau film Thomas&Friends lagi diputar baik distasiun TV atau melalui DVD,Faly pasti goyang-goyang ikut irama.

Suatu kali,waktu ayahnya libur kita sekeluarga pergi kekolam renang.Ayahnya ingin mengajarkan Faly berenang,Faly sangat takut air.

 “Kakak berenang ya, biar tinggi”kata ayahnya.

“Enggak yah,Faly takut”jawabnya Tapi ayahnya terus membujuk Faly sampai akhirnya dia mau menginjak air sambil menangis.Ini adalah pengalaman pertama Faly masuk kolam renang.Dia hanya berdiri dikolam yang dangkal,sebentar saja sudah menggigil kedinginan.Sementara aku dipinggir kolam menjaga adiknya.Minggu depannya,malah Faly yang mengajak kita kekolam renang.

 “Ayah,kita ke kolam renang lagi,yuk”katanya

 “Emang kakak ga takut lagi?tanya ayahnya

 “Enggak yah,Faly pengin tinggi”jawabnya.Karena setiap hari aku selalu bilang ke Faly kalau kita rajin berenang pasti cepat tumbuh tinggi.Rupanya dia termakan apa yang kukatakan.Dan,benar saja setelah rajin berenang Faly tumbuh tinggi.Bahkan orang-orang tidak percaya kalau dia masih TK

Rumah baru kami sudah jadi.Kami sekeluarga pindah kerumah sederhana kami itu.

“Ini rumah buat anak-anak.Kita hanya numpang.”kata suamiku waktu itu.

Kami baru 2 minggu menempati rumah baru ketika musibah itu terjadi.Awalnya beberapa orang teman Faly,anak tetanggaku demam panas.Aku sudah melarang Faly agar tidak main kerumah temannya itu karena takut menular.Tapi,Faly baru dapat teman baru,lagi senang-senangnya.Kebahagiaannya adalah bertemu dan main dengan teman-temannya itu.Ada salah satu temannya bernama Kevin,sudah dirawat dirumah sakit pulang belum sembuh akhirnya ke ‘orang pintar’.Belakangan kudengar si Kevin teman Faly diganti nama sama ‘orang pintar’ tempat dia berobat.Benar saja,malamnya badan Faly panas tinggi lalu kuminumin obat turun panas besoknya belum turun juga.Hari minggu,waktu suami libur kerja,Faly dibawa ke klinik,tetap panasnya tidak turun.Keesokan harinya,kami membawa Faly kerumah sakit.Anakku langsung masuk ruang rawat inap sambil menunggu dokter anak datang.Sementara itu anakku dirawat dokter umum yang jaga waktu itu.Sampai siang dokter anak tak kunjung datang,anakku tiba-tiba kejang,matanya terbelalak sampai yang kelihatan hanya putih matanya saja.Kontan saja aku dan suami langsung panik.Kami hanya berdua dikota ini,tidak punya saudara.Aku langsung telfon ibuku agar datang membantuku.Anakku dalam keadaan gawat darurat.Aku hanya pasrah.Sore hari baru dokter anak datang

 “Semua obat paling bagus sudah kami berikan.Tunggu mukjizat aja ya bu.”katanya

“Maksud dokter?tanyaku.Karena memang aku sama sekali tidak mengerti.

 “Anak ibu dalam keadaan gawat darurat.Penyakitnya sudah menjalar kebatang otak sehingga dia kehilangan kesadarannya” kata dokter

“Kenapa bisa begitu,dok?tanyaku lagi

“Apa anak ibu pernah jatuh sebelumnya?Atau coba kami lihat obat apa yang dikasih sebelumnya."kata dokter.

Aku terdiam tak menjawab.Setahuku dokter klinik cuma memberi obat turun panas dan antibiotik saja.Tidak ada yang aneh.Atau apakah mungkin anakku jatuh.Bisa saja itu terjadi karena akhir-akhir ini anakku banyak bermain diluar rumah.Aku juga tidak tahu kebiasaan bermain anak-anak dikampung baruku itu.

 “Dirumah sakit ini peralatan tidak lengkap,kalau ibu mau kami akan bantu untuk booking dirumah sakit besar seperti RSHS Bandung atau RS di Jakarta.Tolong ibu cari ambulance ya.Tapi maaf,kami tidak menjamin keselamatan anak ibu selama diperjalanan.Fifty-fifty”imbuh dokter

Sambil terus memanjatkan doa pada Allah mohon kesembuhan anakku,aku berusaha tegar.Keadaan anakku tambah memburuk,sampai akhirnya nafas faly berhenti dan selang oksigen terlepas dengan sendirinya.Faly sudah tiada.Perjuangan panjang kami,aku dan suami berakhir dengan kenangan.Tanggal 25 Oktober 2010, hari yang sangat menyedihkan buatku.Buah hatiku,belahan jiwa, pergi untuk selamanya dirumah sakit PTPN Subang Jawa Barat karena menderita demam tinggi yang belum sempat teridentifikasi.Ingin rasanya menuntut rumah sakit itu, tapi apa gunanya.Tak akan membuat anakku kembali lagi ke dunia ini.Namun,ada satu hal yang tak pernah pergi tentang Faly dari hatiku.Dan tak pernah terlupakan sepanjang hidupku.Dia anak yang baik,penurutnya jarang membantah apapun yang aku larang,dewasanya selalu pengertian walau ibunya sibuk dengan adiknya.Dia tidak pernah cemburu kalau aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk adiknya yang kala itu masih menyusu.Dia pasti mencari kesibukan sendiri,tidak seperti anak-anak lainnya malah cari sensasi minta diperhatikan kalau ibunya agak kurang waktu untuknya. Faly memang anak baik yang Allah titipkan dirahimku,aku lahirkan dan kuasuh selama lima setengah tahun.Selamat jalan anakku,semoga engkau tenang disurga.Kenangan bersamamu takkan pernah ibu lupakan,selamanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar