Jumat, 24 April 2015

Haruskah salahku padanya?

Tak ada yang harus dipersalahkan
Andai kepedulian itu dari dulu ada
Mungkin kejadiannya tak seperti ini
Bisa saja lebih baik bahkan lebih buruk?

Tak ada yang bisa dipersalahkan
Sementara keadaan sedemikian rumit
Ibarat benang kusut tak berurai
Perjalanan demikian berliku dan berkelok-kelok
Onak dan duri seringkali menghalangi
Langkah kaki yang berjalan dalam gelap
Parah sekali

Tak ada yang boleh dipersalahkan
Semua tak lebih adalah jalan hidup
Hanya Allah yang Maha Tahu mengapa itu terjadi
Terlahir dan tumbuh sebagaimana adanya
Hidup dibawah himpitan ekonomi dan pandangan hina
Membuat siapa saja makin terpuruk dalam pikiran tak normal
Segitu rendahnyakah saya?
Mengapa itu harus terjadi kalau setiap orang berhak hidup bahagia

Tak ada yang pantas dipersalahkan
Kalau kejadian demi kejadian panjang telah berjalan dan berlalu
Dalam kehidupan yang terkadang manis meskipun lebih banyak pahitnya
Akankah trauma membuat kita malu untuk berekspresi?
Haruskah depresi yang selama ini mematikan ide dan kreativitas?
Setidaknya ini tidak boleh terjadi
Harus ada upaya untuk membangkitkan kematian semu dalam diri
Agar bisa hidup seiring dengan kehidupan keseharian yang dijalani.

Tak ada yang harus dipersalahkan
Ketika jalan hidup kita suram
Tidak pada mereka..
Namun.
Haruskah salahku padanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar