Minggu, 17 Mei 2015

Peristiwa Pagi Hari

Kalo ingat peristiwa tadi pagi sebelum berangkat mengantar anakku sekolah aku jadi ketawa sendiri.
Setelah bebenah dan menyiapkan sarapan aku baru ingat Akhtar belum bangun. Biasanya dia sudah bangun dan ikut sholat subuh. Kali ini dia kesiangan.
Sementara waktu berjalan terus, jam sudah menunjukkan pukul 05.45wib. Ini sudah siang mengingat jarak tempuh dari rumah ke sekolah lumayan jauh sehingga mengharuskan kita berangkat lebih pagi. Biasanya jam segitu kita sudah selesai sarapan. Akhirnya pelan-pelan ku tuntun Akhtar ke kamar mandi dalam keadaan mata tertutup. Lalu kubuka baju dan celananya. Kemudian kusiram tubuhnya perlahan.
Akhtar kaget dan langsung berteriak."Ayo astronot, maju terus". katanya sambil tangannya diacungkan keatas.

Langsung kujawab "Astronotnya sudah pergi dek,sekarang waktunya berangkat sekolah"
Mendengar suaraku rupanya Akhtar terbangun.Selesai mandi sambil memasang baju seragam sekolahnya, Akhtar bilang begini,"Bu, Akhtar kan lagi ngobrol sama astronot. Kenapa dibangunkan? Sekarang astronotnya jadi hilang".
"Ntar malam kan Akhtar bisa mimpi lagi.Sekarang waktunya berangkat sekolah".
"Tapi mimpinya pasti lain lagi.Astronotnya sudah ga ada".
Aku hanya tersenyum mendengarnya sembari bersiap-siap berangkat mengantarnya sekolah.
Anak-anak adalah masanya berimajinasi. Biarkan dia mengembangkan sendiri bagaimana dan seperti apa astronot itu. Seperti cita-citanya yang ingin keluar angkasa.
Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang dilangit, anakku. Tugas ayah dan ibu adalah berusaha untuk membimbingmu kearah cita-cita itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar