Kalo ingat peristiwa tadi pagi sebelum berangkat mengantar anakku sekolah aku jadi ketawa sendiri.
Setelah bebenah dan menyiapkan sarapan aku baru ingat Akhtar belum
bangun. Biasanya dia sudah bangun dan ikut sholat subuh. Kali ini dia
kesiangan.
Sementara waktu berjalan terus, jam sudah menunjukkan
pukul 05.45wib. Ini sudah siang mengingat jarak tempuh dari rumah ke
sekolah lumayan jauh sehingga mengharuskan kita berangkat lebih
pagi. Biasanya jam segitu kita sudah selesai sarapan. Akhirnya
pelan-pelan ku tuntun Akhtar ke kamar mandi dalam keadaan mata
tertutup. Lalu kubuka baju dan celananya. Kemudian kusiram tubuhnya
perlahan.
Akhtar kaget dan langsung berteriak."Ayo astronot, maju terus". katanya sambil tangannya diacungkan keatas.
Langsung kujawab "Astronotnya sudah pergi dek,sekarang waktunya berangkat sekolah"
Mendengar suaraku rupanya Akhtar terbangun.Selesai mandi sambil
memasang baju seragam sekolahnya, Akhtar bilang begini,"Bu, Akhtar kan
lagi ngobrol sama astronot. Kenapa dibangunkan? Sekarang astronotnya
jadi hilang".
"Ntar malam kan Akhtar bisa mimpi lagi.Sekarang waktunya berangkat sekolah".
"Tapi mimpinya pasti lain lagi.Astronotnya sudah ga ada".
Aku hanya tersenyum mendengarnya sembari bersiap-siap berangkat mengantarnya sekolah.
Anak-anak adalah masanya berimajinasi. Biarkan dia mengembangkan sendiri
bagaimana dan seperti apa astronot itu. Seperti cita-citanya yang ingin
keluar angkasa.
Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang
dilangit, anakku. Tugas ayah dan ibu adalah berusaha untuk membimbingmu
kearah cita-cita itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar